Bupati Temanggung: Menyedihkan Ketergantungan Desa Terhadap Kota

Temanggung – Ketergantungan baru orang desa terhadap berbagai hal yang berbau kota dalam beberapa tahun terakhir menyedihkan kata Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.

Khadziq di Temanggung, Sabtu, mengatakan 25 tahun lebih dirinya merantau dan ketika pulang kampung di lereng Gunung Sumbing Temanggung untuk maju sebagai Bupati Temanggung merasa kaget melihat kenyataan di lapangan.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam International Conference on Village Revitalization (ICVR) 2018 di Pasar Papringan, Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Temanggung.

“Desa saya Greges, Kecamatan Tembarak dan di atas desa saya ada Desa Botoputih, Banaran, Tlilir, dan Desa Nglamuk. Ketika saya kecil orang dari Nglamuk, Tlilir turun ke bawah menuju pasar menjual sayur, uang penjualan buat beli garam, ikan asin, dan barang-barang yang tidak bisa diproduksi di desa,” katanya.

Tetapi, ketika 25 tahun dirinya pergi dan pulang sekarang kondisinya terbalik, orang desa dari atas itu sekarang beli sayur yang datang dari kota. Jadi sayur dari pasar di kota setiap pagi dibawa dengan sepeda motor ke atas dan orang gunung sekarang membeli sayur yang datang dari kota.

“Menurut saya ini menyedihkan ketergantungan baru orang desa terhadap berbagai hal yang berbau kota, hal ini harus mulai dibenahi, kita kembalikan lagi desa kepada kondisi seperti sebelumnya yang dirasakan lebih nyaman dan lebih mandiri,” katanya.

Ia menuturkan hal tersebut menginspirasi beberapa program yang rencananya akan dilaksanakan mulai tahun 2019 di Temanggung yang memiliki 289 desa.

Ia menyebutkan pihaknya akan mulai dengan program kembalikan desa kepada peran dan fungsinya, jangan lagi orang desa bergantung untuk membeli sayur dari kota, karena hal yang sesungguhnya bisa dipenuhi sendiri di desa.

“Kami akan mengembangkan berbagai program seperti menggiatkan kembali bertani di pekarangan dan juga ternak-ternak rumah tangga,” katanya.

Ia menceritakan dulu ketika kecil kalau berangkat sekolah tidak punya uang, orang tua menjual telur ayam untuk ongkos ke sekolah, begitu membayar SPP tidak punya duit orang tua menjual ayamnya. Sekarang orang desa tidak bisa begitu karena tidak memelihara ayam.

Khadziq menuturkan pelaksanaan ICVR ini seharusnya menjadi tugas pemerintah untuk melakukan revitalisasi desa karena desa semakin lama semakin tidak mandiri, semakin tergantung pada hal-hal yang dari kota dan itulah membuat proses pemiskinan masyarakat desa berjalan terus.

“Kalau desa tidak direvitalisasi maka ke depan desa akan hilang dan semua orang akan pindah ke kota,” katanya. (Ant)