Capaian Imunisasi Measles dan Rubella di Boyolali Lebihi Target

Boyolali – Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah di 2017 sebanyak 235.712 anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun atau melebihi target 230.990 anak, kata pejabat Dinas Kesehatan.

Capaian itu berdasarkan pusat data dari Kementerian Kesehatan sedangkan Dinas Kesehatan memiliki target 230.990 anak sehingga realisasi mencapai 108,6 persen, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dokter Ratri S Survivalina di Boyolali, Jumat.

Menurut Ratri, kegiatan imunisasi MR yang dilaksankan Agustus hingga September, sedangkan Oktober dilakukan razia untuk mendata anak yang belum mendapatkan imunisasi MR.

Menurut dia, meskipun capaian melebihi sasaran, tetapi masih ada orang tua yang menolak anaknya diimunisasi. Boyolali yang orang tuanya menolak anaknya diimunisasi tercatat ada 1.229 anak.

“Kami mencatat orang tua menolak anaknya imunisasi MR ada 1.229 anak dari 49 sekolah di Boyolali,” kata Ratri.

Menurut dia, orang tua yang menolak anaknya imunisasi kebanyakan terjadi di wilayah Kecamatan Mojosongo, Sambi, dan Simo, sedangkan wilayah lainya hanya sedikit. Hal ini, kebanyakan dari faktor keyakinan yang dianut.

Kendati demikian, Dinkes sudah melakukan berbagai upaya melalui sosialisasi, termasuk melibatkan banyak peneliti yang menjamin proses imunisasi aman dan halal serta menyakinkan masyarakat dengan fakta vaksin MR juga digunakan di negara-negara Islam lainnya.

Menurut dia, sosialisasi dilakukan dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia, dan sejumlah pemangku kepentingan seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kemenkes untuk mengubah cara berpikir masyarakat.

Imunisasi MR merupakan salah satu dari upaya pencegahan terhadap sembilan jenis penyakit antara lain polio, difteri, tetanus, hepatitis, TBC, dan meningitis, katanya.

Kegiatan imunisasi secara gratis tersebut, kata dia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat. (Ant)