Jateng Siaga Wabah Difteri

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit difteri yang mulai merebak di sejumlah daerah ini.

“Saya minta semua untuk ‘checking’ sebagai upaya mencegah penyebaran difteri di Jateng, terlebih difteri sedang merebak di berbagai provinsi di Indonesia, bahkan telah merenggut belasan nyawa manusia,” katanya di Semarang, Senin.

Menurut Ganjar, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jateng harus meningkatkan kewaspadaan karena penyakit difteri ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa, terutama anak-anak.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, tidak hanya jajaran Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota saja yang turun mengantisipasi merebaknya penyakit yang disebabkan bakteri “corynebacteri diptheriae” itu, tapi juga berbagai kelompok masyarakat, kader PKK, serta posyandu.

“Semua harus bisa mencegah penyakit difteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat mempengaruhi kulit itu,” ujarnya.

Ganjar juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk terus melakukan pengecekan di lapangan.

“Kita cek terus, begitu ada informasi kita buka sehingga mereka bisa melaporkan semuanya, supaya kita tahu ada endemi di tempat-tempat tertentu,” katanya.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga November 2017 ada 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus difteri, sedangkan pada kurun waktu Oktober-November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kota.

Hingga awal Desember 2017 terdapat 116 kasus difteri dengan jumlah kematian mencapai 13 orang.

Gejala penyakit difteri berupa demam yang tidak terlalu tinggi atau sekitar 38 derajat Celcius, munculnya selaput di tenggorokan kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher, dan pembengkakan jaringan lunak leher, terkadang juga disertai sesak napas dan suara mengorok. (Ant)