Purwokerto – Kepolisian Resor Purbalingga, Jawa Tengah mengajak seluruh warga di wilayah setempat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 khususnya varian Omicron.
“Kami mengajak warga untuk terus disiplin menerapkan prokes,” kata Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan melalui siaran pers yang diterima di Purwokerto, Senin.
Ia juga mengatakan bahwa penanganan pandemi COVID-19 tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan bersama-sama dengan semangat gotong royong dan saling bantu-membantu seluruh lapisan masyarakat.
“Untuk itu kami mengajak warga berperan aktif mendukung upaya percepatan penanganan pandemi COVID-19 salah satunya dengan memperkuat protokol kesehatan, tujuannya adalah mencegah penyebaran virus demi keselamatan seluruh masyarakat di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Ia mengatakan sosialisasi mengenai pentingnya protokol kesehatan juga terus dilakukan sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat agar disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencegah kerumunan.
“Personel Polres Purbalingga terus melakukan sosialisasi intensif secara humanis dalam rangka mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai abai dengan prokes,” katanya.
Pihaknya juga melakukan berbagai upaya lain guna mengendalikan potensi penularan COVID-19.
“Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan alami memakai eko-enzim. Penyemprotan menggunakan eko-enzim ini tidak menggunakan bahan kimia sehingga lebih aman karena merupakan fermentasi dari bahan-bahan alami,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam berbagai program strategis, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.
Era Johny juga mengingatkan warga yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 untuk segera mendaftarkan dirinya ke puskesmas terdekat guna meningkatkan cakupan vaksinasi.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama di wilayah setempat hingga hari ini tercatat sebesar 98,77 persen atau sebanyak 769.194 orang dari target 778.743 sasaran.
Dari jumlah tersebut sebanyak 667.792 orang atau 85,75 persen di antaranya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap sebanyak dua dosis.
Sebanyak 28.799 orang atau 3,70 persen di antaranya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap hingga dosis ketiga atau dosis penguat. (Ant)





