Gubernur Jateng: Bendungan Randugunting Perkuat Ketahanan Pangan Tiga Kabupaten

Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, yang diresmikan Presiden Joko Widodo bakal memperkuat ketahanan pangan di tiga kabupaten.

“Alhamdulillah, jadi ini tidak hanya untuk Blora, ini ada Bupati Pati dan Rembang yang nanti akan ikut memanfaatkan bendungan itu. Jadi ini kolaborasi tiga kabupaten dan semoga bisa bermanfaat untuk semuanya,” katanya di Kabupaten Blora, Rabu.

Ganjar menjelaskan Bendungan Randugunting tidak hanya berfungsi sebagai aliran irigasi ke lahan-lahan pertanian di tiga kabupaten, tapi juga berpotensi besar dikembangkan menjadi objek wisata.

“Bisa dimanfaatkan untuk sumber air bersih, termasuk untuk pariwisata. Bagus sekali ini bentuknya dan ini sudah mulai terisi, mudah-mudahan nanti bisa bermanfaat untuk semuanya,” ujarnya.

Para petani di sekitar Bendungan Randugunting menyambut baik peresmian bendungan itu, apalagi manfaatnya dapat dirasakan warga di tiga kabupaten.

Markum, salah seorang anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sambungrejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, mengatakan bahwa sebelum ada Bendungan Randugunting, para petani memanfaatkan Saluran Irigasi Kedungsapen.

Namun karena kondisi saluran irigasi itu sudah dangkal dan tidak bagus maka debit air terus berkurang, katanya.

“Terima kasih Bendungan Randugunting sudah diresmikan. Setelah ada bendungan ini airnya bisa dialirkan ke Kedungsapen untuk mencukupi daerah persawahan di Kecamatan Sumber dan Kaliori, Kabupaten Rembang sekitar 1.520 hektare,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Matroji, warga Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Menurutnya, Bendungan Randugunting dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat di sekitarnya.

“Sebelum ada bendungan ini, sumber air kurang karena daerahnya di tengah hutan dan pegunungan, kekurangan air akibat hutan gundul. Ke depan bisa dimanfaatkan untuk memakmurkan masyarakat,” ujarnya.

Bendungan Randugunting dibangun senilai Rp880 miliar yang terletak di Desa Kalinanas itu memiliki luas genangan 187,19 hektare dengan total kapasitas tampung sebanyak 14,43 juta meter kubik.

Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare.

Bendungan Randugunting diharapkan akan mereduksi banjir sebesar 75 persen atau 81 meter kubik per detik dengan pengurangan luar areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.

Bendungan Randugunting memiliki potensi sebagai sumber pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan sistem solar panel.(Ant)