Semarang – Kota Semarang mencatat kasus positif COVID-19 terendah selama setahun terakhir ini setelah mengalami ledakan pada Juni dan Juli 2021 disertai dengan jumlah kematian yang tinggi.
Berdasarkan data yang diolah dari Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang, Rabu, per 31 Agustus 2021 kasus positif di Ibu Kota Jawa Tengah ini menyisakan 135 kasus, terendah selama 1 tahun terakhir ini.
Jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Semarang setahun lalu, tepatnya pada1 Agustus 2020 tercatat 650 kasus, namun setelah itu menunjukkan tren menanjak dan mencapai ledakan pada Juni dan Juli 2021 dengan mencatat kasus tertinggi pada 3 Juli 2021, yakni 2.395 kasus.
Pada 2 bulan tersebut, fasilitas kesehatan terutama rumah sakit-rumah sakit, kewalahan menampung pengidap virus berbahaya tersebut sehingga harus mendirikan tenda-tenda darurat di tempat terbuka untuk melayani pasien. Pada periode ini Kota Semarang juga mengalami krisis oksigen.
Penurunan jumlah kasus positif secara berkelanjutan tersebut menjadikan Kota Lunpia ini dimasukkan dalam PPKM Level 2 bersama 11 kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.
Dilihat dari sebaran kasus positif, dari 16 kecamatan, tercatat 3 kecamatan sudah nihil kasus positif, yakni Kecamatan Tugu, Semarang Tengah, dan Kecamatan Genuk.
Sementara itu, 13 kecamatan lain rata-rata kasus positif per kelurahan di bawah 5 kasus. Kecamatan Banyumanik masih menyisakan kasus terbanyak, yakni 21 orang positif COVID-19.
Data di laman corona.semarangkota.go.id yang dipantau Rabu (1/9) menyebutkan total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 86.794, sembuh 66.984 orang (tidak termasuk warga luar yang dirawat di Semarang), sedangkan yang meninggal tercatat 4.335 orang (tidak termasuk warga luar Semarang).
Laman itu juga menyebutkan bahwa saat ini pasien COVID-19 yang dirawat sebanyak 129 orang dengan rincian 89 warga Kota Semarang dan 40 orang dari luar. (Ant)





