Solo – Pemerintah Kota Surakarta mulai menerima permohonan operasional sektor nonesensial dari pusat perbelanjaan menyusul landainya laju kasus COVID-19 di Solo.
“Sudah ada satu yang mengajukan, untuk pelonggaran menunggu inmen (Instruksi Menteri Dalam Negeri) dulu,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Senin.
Meski belum dapat memastikan status terbaru Solo terkait perkembangan kasus COVID-19, dikatakannya, beberapa minggu terakhir ini laju kasus COVID-19 di kota tersebut mulai landai.
“Yang sekarang dipertahankan, yang pasti sinergi Soloraya penting dilakukan,” katanya.
Bahkan, sebagai efek dari landainya kasus COVID-19 di Solo, dikatakannya, lokasi isolasi terpusat untuk pasien COVID-19 tanpa gejala, yakni di Solo Technopark (STP) akan segera dikosongkan.
“Di sana kan sudah tidak ada pasiennya. Soalnya ‘trade center’ sudah mulai terisi, sama Shopee, Bukalapak, Tokopedia. Kita kan ‘nggak’ hanya mengurusi COVID-19,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta, beberapa hari terakhir ini angka penambahan kasus di Kota Solo di bawah 100/hari. Terakhir, tepatnya pada Sabtu (14/8) terjadi penambahan sebanyak 88 kasus.
Dengan demikian, untuk saat ini angka kasus aktif COVID-19 di wilayah tersebut sebanyak 929 kasus. (Ant)





